Strategi Digital Marketing Bisnis Jasa

Strategi Digital Marketing Bisnis Jasa

Hello toekangers kali ini kita akan membahas salah satu strategi digital marketing yang lebih spesifik di salah satu jesnis bisnis, yaitu Strategi Digital Marketing Bisnis Jasa.

Bagaimana Menyusun Strategi Digital Marketing Bisnis Jasa?

Kamu yang bisnisnya di bidang jasa seperti : jasa pendidikan, jasa reparasi ac, jasa cuci kasur, jasa asuransi, jasa konsultan keuangan, jasa konsultan bisnis, jasa pengacara dan layanan hukum, jasa keperawatan kesehatan, jasa renovasi rumah, jasa keamanan, jasa desain interior, jasa keamanan, jasa pengankutan dan logistik, jasa konsultan pemasaran, jasa perawatan hewan, dan yang lainnya wajib baca tulisan ini. 

Pada artikel kali ini kita akan membahas bagaimana caranya Kamu bisa meningkatkan bisnis jasa kamu melalui strategi marketing digital yang tepat, supaya bisnis lebih sustain (bertahan lebih lama), adaptif terhadap perubahan zaman secara digital, dan pada unjungnya adalah meningkatkan profit perusahaan.

Ketika kita membahas strategi marketing, kita akan kembali ke topik yang sangat fundamental yaitu tentang sales dan marketing funnel.  Bagaimana funneling ini membuat orang yang tidak kenal dengan bisnis Kamu menjadi kenal, yang kenal menjadi membeli, dan yang sudah membeli menjadi terus membeli. Tantangan utama di dunia digital marketing saat ini adalah menggiring opini tersebut.

Agar lebih sederhana, kita akan membagi menjadi tiga bagian, yaitu :

  1. Top Funnel – awareness / database
  2. Midle funnel – pertama kali beli
  3. Bottom funnel – repeat order

Kamu bisa mempelajari ilustrasi sales funnel seperti video dibawah ini.

Seperti yang kita ketahui bersama bisnis jasa, hal yang paling utama dan yang nomor satu adalah kepercayaan, bagaimana membuat orang percaya dengan jasa kita walaupun belum kenal kita, percaya dengan produk jasa kita padahal belum enggagement, belum teredukasi sama sekali dengan produk jasa kita.

Hal yang seperti itulah tugas dari strategi top funnel, bagaimana mengenalkan produk jasa kita secara masif sehingga mereka berinteraksi dengan produk kita.

Sedangkan di strategi midle funnel kita akan membuat jasa-jasa membuat lebih murah, lebih rendah komitmen untuk mereka membeli pertama kali, setelah itu kita bisa mempersiapkan produk-produk atau paket-paket yang lebih premium, paket yang lebih panjang dan lebih premium.

Agar bisnis jasa kita omset dan profit lebih meningkat. Setelah membeli pertama kali dengan penawaran yang lebih murah, strategi selanjutnya adalah di bottom funnel, bagaimana menciptakan pembelian yang selalu repeat.

Bisnis jasa ini sangat erat yang namanya di value ladder atau tangga offering produk (tangga produk).

Apa itu Value Ladder

Value ladder adalah konsep dalam pemasaran digital yang selalu digunakan untuk menggambarkan sejumlah produk atau layanan yang ditawarkan oleh suatu bisnis dalam rentang harga yang berbeda dan value atau benefit yang berbeda. Konsep ini membantu bisnis dalam merencanakan strategi penjualan dan membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan.

Value ladder dapat digambarkan sebagai tangga dengan beberapa tingkatan, di mana setiap tingkatan mewakili produk atau layanan dengan nilai tambah yang berbeda. Berikut adalah beberapa karakteristik penting dari value ladder:

1. Tingkatan Nilai Produk Yang Berbeda

Setiap tingkatan pada ladder mewakili produk atau layanan yang memiliki nilai tambah yang berbeda. Nilai Ini bisa berupa fitur, benefit, versi yang lebih tinggi, pelayanan yang lebih lengkap.

2. Harga yang Berbeda Produk atau layanan

pada setiap tingkatan biasanya memiliki harga yang berbeda. Ini memungkinkan bisnis untuk menargetkan berbagai segmen pasar dengan berbagai tingkat anggaran.

3. Strategi Penjualan Atau Konten Yang Berjenjang

Bisnis dapat menggunakan value ladder untuk mengembangkan strategi penjualan berjenjang. Misalnya, mereka dapat menawarkan produk dasar pada tingkat harga rendah, lalu menggoda pelanggan untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi dengan menawarkan nilai tambah yang lebih besar.

Contoh sederhana dari value ladder bisa terlihat di industri perangkat lunak, di mana perusahaan biasanya menawarkan versi dasar gratis dari produk mereka, kemudian tingkatkan ke versi berbayar dengan lebih banyak fitur dan dukungan.

Value ladder membantu bisnis untuk menyusun strategi penjualan yang lebih efektif, memahami pelanggan mereka, dan mengoptimalkan pendapatan mereka melalui berbagai tingkatan produk atau layanan.

Sebelumnya baca juga Apa itu content maping 

Strategi Top Funnel (ToFu)

Setelah memahami pentingnya Value Ladder atau tangga produk, kita akan relasikan dengan strategi ToFu. Seperti yang kita ketahui diawal strategi Tofu disini berfungsi mengenalkan orang terhadap produk atau jasa kita, dengan produk atau penawaran yang sifatnya gratis.

Sedangkan media digital yang sering digunakan untuk menerapkan strategi Tofu, diantaranya :

Platform yang seringkali digunakan Top Funnel :

  1. Instagram konten
  2. Youtube chanel
  3. Chanel Linkedin untuk jasa B2B
  4. Kolaborasi dengan KOL atau publik figur
  5. Public relations / media partner
  6. Search engine optimizations
  7. Google Profile
  8. Offline Event (Pameran Pendidikan, Pameran Jasa, dll)

Menerapakan strategi value ladder dengan tipe produk “Gratisan” Untuk Top Funnel

  1.  Personal branding owner
  2. Konten edukasi dan portofolio
  3. e-book edukasi
  4. whitepaper
  5. event gratis
  6. konsultasi gratis
  7. voucher diskon

Strategi Midle Funnel (pertama kali melakukan pembelian)

Platform yang seringkali digunakan midle funnel

  1. Landingpage
  2. Google Search Ads
  3. Facebook & Instagram Ads
  4. Google Maps & Google My Business
  5. Google Display Ads
  6. Whatsapp Marketing

Menerapakan strategi value ladder dengan tipe produk “Murah” Untuk Middle Funnel

  1. memeberikan offering tanpa kontrak
  2. konsultasi 1 x
  3. Event Webinar Murah

Strategi Bottom Funnel (repeat order) Digital Marketing Bisnis Jasa

Platform yang seringkali digunakan di Bottom Funnel

  1. Landingpage
  2. Google Search Ads
  3. Facebook & Instagram Remarketing Ads
  4. Google Display Remarketing Ads
  5. Email Marketing
  6. Tim Telemarketing / Sales

Menerapakan strategi value ladder dengan tipe produk “Repeat order” Untuk Bottom Funnel

  1. Kontrak Jangka Panjang
  2. High Value Offering (Jasa dengan harga yang paling mahal)
  3. Event dengan harga yang mahal
  4. Extra Miles (Maintenance Relationship)
  5. Recruitment

Baca Juga Tips Content Mapping

 

Customer Journey Digimar Perusahaan Jasa

 

Butuh Bantuan?

Kami tahu mencoba dan menggunakan layanan baru itu sangat mengkhawatirkan, itu sebabnya kami memberikan layanan terbaik 100% bebas resiko untuk kamu dan bisnis kamu
 

toekangdigital.com by PT Toekang Digital Indonesia telah terdaftar di Kementrian Hukum dan HAM sebagai penyedia layanan dan jasa pembuatan aplikasi, desain, sistem informasi, software, website, pengadaan barang – barang teknologi informasi dan bidang teknologi informasi lainnya. toekangdigital.com juga merupakan partner teknologi informasi untuk perorangan, perusahaan sekala nasional hingga multinasional yang berpengalaman dan profesional.

Syarat dan Ketentuan | Kebijakan Privasi

 

2022 ©   PT Toekang Digital Indonesia